BEDAH BUKU SENYUM NOLINA

BEDAH BUKU SENYUM NOLINA
NOVELET "PETUALANGAN KUBIL DAN KAWAN-KAWAN" karya Dedi Saeful Anwar ini sudah bisa dipesan. Harga Rp91.000 (belum ongkir).

Kamis, 25 Juni 2026




 

Proses Kreatif di Balik Novelet "Petualangan Kubil dan Kawan-Kawan"

Oleh: DS Anwar

 

    Setiap karya sastra selalu menyimpan cerita tersendiri di balik proses kelahirannya. Ia bukan sekadar jalinan kata di atas kertas, melainkan sebuah wujud dari perjalanan emosional, dedikasi, hingga perjuangan menembus badai duka. Berikut adalah bedah proses kreatif penulisan novelet "Petualangan Kubil dan Kawan-Kawan" .

    Karya ini merupakan sebuah buku bergenre novelet yang mengisahkan rangkaian petualangan penuh makna dari karakter bernama Kubil bersama sahabat-sahabatnya. Sebelum menjelma menjadi sebuah novelet utuh, kisah ini awalnya lahir dari sebuah bunga tidur yang kemudian dituangkan ke dalam bentuk cerita pendek (cerpen) dan sempat dipublikasikan dalam sebuah buku antologi bersama.

Secara Personal Kisah Kubil ditulis untuk memenuhi ruang imajinasi sang anak bungsu. Anak perempuan ketiga penulis (Adelya) yang setia menjadi pendengar sejak kecil. Kisah ini sebagai dongeng pengantar tidur menjelang istirahat saat ia masih berusia 5 tahun (TK). Cerita ini terus dirawat karena sang anak kerap merindukan kisah petualangan tersebut hingga ia masuk Sekolah Dasar. 

Kemudian muncullah sebuah keinginan untuk membukukan kisah ini.  Gayung bersambut ketika keinginan tersebut muncul bersamaan dengan adanya penulisan proyek bersama Penerbit EdWrite. Selain sebagai pencapaian literasi, buku ini awalnya direncanakan khusus sebagai kado spiritual untuk hari lahir penulis sendiri pada bulan November 2025.

Di dalam proses kreatif ini adalah penulis sebagai penulis tentu tidak hadir sendirian. Sebagai seorang ayah yang terbersit keinginan untuk mengabadikan kisah yang bermula dari dongeng sebelum tidur menjadi sebuah buku yang hanya bermaksud ingin mengarsipkan. Semoga kelak bisa menjadi warisan berguna untuk sang buah hati hingga keturunannya nanti. Tetapi hal yang paling utama adalah berusaha mangambil hikmah dari setiap kejadian (sebuah mimpi). Selain itu berusaha menangkap ide yang terinspirasi dari rangkaian kisah dongeng sebelum tidur. Sehingga hal-hal tersebut menjelma  menjadi energi yang besar.

Dalam proses penerbitan, peran penting dipegang oleh Penerbit EdWrite sebagai mitra kolaborasi. Hal lain yang tak kalah emosional ada di balik untaian takdir buku ini adalah bahwa buku ini sebagai pengingat untuk mendiang adik tercinta penulis yang berpulang di tengah proses kreatif.

Berikut ini adalah momen penting yang terekam selama perjalanan penciptaan novelet ini yang telah melewati garis masa yang teramat panjang dan penuh dinamika. Ide cerita pertama kali tercetus dari mimpi atau bunga tidur di bulan suci Ramadhan, Pernah menjadi sebuah cerpen dan sempat terbit dalam buku antologi cerpen. Sempat mengikuti proyek menulis bersama Penerbit EdWrite pada Agustus 2025, dan memiliki keingan/target terbit di bulan Oktober, yang berharap menjadi kado spesial di hari lahir penulis pada November 2025. 

Namun, keinginan tinggal keinginan, tapi Tuhan adalah Dzat Yang Maha Kuasa juga yang berkehendak atas keinginan insanNya. Target awal penerbitan ingin bertepatan dengan hari lahir penulis, namun terpaksa tertunda akibat duka mendalam atas wafatnya sang adik tepat dua hari sebelum hari lahir penulis yang bertepatan di Hari Pahlawan, di setiap November. Proses penulisan dan penyempurnaan naskah diulang kembali pada rentang waktu Januari – April 2026 (sebagai masa penyelesaian/finishing). Bersyukur, akhirnya buku ini dapat diterbitkan ke publik, bertepatan dengan momentum bersejarah Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei 2026).

Secara fisik dan emosional, keseluruhan proses perenungan, rekonstruksi naskah, hingga finalisasi buku ini diselesaikan dan diselesaikan di seputar Cianjur, Cimahi, Bandung, Garut (Jawa Barat). Selain itu, ruang domestik seperti kamar tidur anak menjadi Saksi bisu di mana karakter Kubil pertama kali dituturkan secara lisan malam demi malam sebelum akhirnya diabadikan dalam guratan cetak.

Bagaimana naskah ini bertransformasi menjadi buku utuh yang melibatkan metode bertahap dan ketahanan mental yang luar biasa. Awalnya, cerita disampaikan secara lisan dengan metode dongeng bersambung; jika sang anak terlelap, cerita dijeda dan dilanjutkan keesokan malamnya. Lalu, ketika bertransisi ke media buku fiksi, penulis sempat menghadapi kendala manajemen waktu akibat padatnya tugas dan pekerjaan utama. Hambatan terbesar muncul dalam bentuk ujian emosional saat sang adik berpulang. Penulis berjuang bangkit dari duka mendalam dengan cara mengubur kesedihan lewat kesibukan tugas agar tidak berlarut-larut.

Setelah melalui konsistensi dan keteguhan hati, tulisan tersebut kembali dirajut selama empat bulan (Januari hingga akhir April 2026) hingga berhasil diterbitkan secara resmi. Novelet “Petualangan Kubil dan Kawan-Kawan” bukan sekadar buku bacaan anak biasa. Ia adalah terima kasih prasasti penulis sebagai seorang ayah, sebuah monumen kebangkitan dari rasa duka, serta bukti nyata bahwa sebuah imajinasi yang tulus akan menemukan momentum terbaiknya untuk mekar dan menginspirasi. Wallahu a'lam bisshawab.

 

Cianjur, 25 Juni 2026 (10 Muharram 1448H)