BEDAH BUKU SENYUM NOLINA

BEDAH BUKU SENYUM NOLINA
NOVELET "PETUALANGAN KUBIL DAN KAWAN-KAWAN" karya Dedi Saeful Anwar ini sudah bisa dipesan. Harga Rp91.000 (belum ongkir).

Kamis, 18 Juli 2013

FIKSI MINI: SAHABAT BARU



SAHABAT BARU
Oleh: Dedi Saeful Anwar

Langit masih menjuntaikan tirai basahnya. Sawah dan kebun di ladang-ladang milik tuan tanah yang di olah oleh para buruh tani basah resah. Beberapa sawah ada yang tanaman padinya tersungkur, ambruk tidak kuat menahan derasnya air yang tercurah. Rebah tenggelam dalam kubangan air coklat pekat.
Pandangan kulemparkan dari tiang-tiang saung di tengah sawah,. Sore itu aku terjebak hujan deras. Sepulang sekolah aku melewati pematang sawah seperti biasanya. Namun secara tiba-tiba hujan deras mengguyur sebelum aku sampai ke rumah
Sambil memandang penderiaan beberapa batang padi yang tersungkur tiba-tiba aku teringat kejadian dua bulan lalu, saat Aldi memutuskan hubungan. Dia lebih memilih Dessy, teman sekelasku.Sejak itu aku nyaris kehilangan semangat untuk pergi ke sekolah. Hingga aku menemukan sahabat baruku yang membuat pandangan dan pikiran sempitku kembali terbuka.
Saat itu aku melihat sebuah pot yang berisi bunga Geranium layu yang teronggok di luar pagar tetangga, rupanya hendak di buang oleh pemiliknya namun tidak terbawa oleh mobil pengangkut sampah.
Aku iseng membawa ke rumah. Hingga akhirnya tanaman itu kembali tumbuh dan berbunga. Dari hari ke hari aku merasa terhibur dengan keelokan warnanya yang merah muda cerah. Sebelum berangkat sekolah hingga aku pulang sekolah, akus selalu menengok sahabat baruku itu.
“Terima kasih kawan, kamu sudah mau menjadi sahabat baruku. Kamu telah memberikan arti baru dalam hidupku.” ucapku pada bunga Geranium suatu pada suatu pagi. Aku sesekali mengajak dia bicara. Entahlah seolah-olah dia mendengarkan setiap curhatan hatiku.
Bunganya yang terus mekar dengan warna yang berseri dan daun yang hijau mengkilat seakan menjadi jawaban bahwa dia menerima ucapan cinta dan belaian tulus kasihku. Hingga aku memberikan dia kawan baru agar tidak kesepian. Aku mengoleksi Herbras, Krisan, Mawar Merah, Mawar Putih dan Ephorbia. Hingga kini rumahku penuh warna, berseri dan tidak ada lagi penghuni rumahnya yang murung dan bersedih. Karena telah memiliki sahabat baru.

FTS: KEGANJILAN DI SEMESTER GANJIL

KEGANJILAN DI SEMESTER GANJIL
Oleh: Dedi Saeful Anwar

Awal Oktober 2010 adalah saat aku harus menyesuaikan diri di tempat baru karena pindah tugas mengajar dari sebuah Sekolah Dasar di daerah terpencil ke sebuah Sekolah Dasar di perkotaan. Bertepatan dengan kelahiran putri pertamaku di minggu pertama. Hari-hariku langsung disibukkan dengan mengisi sepuluh kelas karena menggantikan seorang guru Bahasa Inggris yang sedang cuti melahirkan. Di tengah suasana baru itu aku harus segera mempersiapkan soal-soal untuk menghadapi Ulangan Tengah Semester (UTS) Ganjil yang akan digelar pada minggu ke dua. Sementara di minggu ke tiga hasil UTS harus segera dilaporkan dan berkas ulangan harus kubagikan kepada semua siswa.
Sehabis shalat subuh aku menyalakan mesin cuci. Sambil menunggu cucian bersih kuperiksa hasil ulangan kelas 3A sementara kelas 3B sudah kuselesaikan. Beres menjemur cucian berkas ulangan pun selesai kuperiksa tinggal kupindahkan hasilnya ke buku Daftar Nilai.

Hasil ulangan yang acak-acakan pun kusimpan di atas meja di ruang guru, segera kubergegas masuk kelas 3A jam ke satu dan kedua, dan di kelas 3B pada jam ke tiga hingga ke empat. Baru pada jam istirahat kumasukkan semua hasil UTS ke Buku Daftar Nilai. Aawalnya tidak ada yang aneh. Ku ambil berkas UTS kelas 3A. Lembar pertama ternyata nomor absen pertama, lalu lembar ke dua juga absen nomor dua. Hingga lembar ke sebelas baru aku sadar bahwa berkas tersebut sudah rapih bersusun dari nomor urut 1 hingga 45. Padahal sejak semalam semua berkas itu kuacak tidak beraturan. Sebelum kulanjutkan ke lembar nomor dua belas kuhentikan sejenak. Kuberpikir, siapa gerangan yang sudah membantu merapikan pekerjaanku?. Aku yakin berkas UTS ini berada dalam map plastik, kutindih dengan Buku Daftar Nilai dan di kantor tidak ada siapa pun karena semua guru berada di kelasnya masing-masing.

“Kang Abdul, apa tadi ada yang  masuk kantor sebelum istirahat?” tanyaku pada penjaga sekolah.
“Ada pak, Pak Asep mengambil bola voli dan Bu Imas mengambil Torso, tapi sebentar saja mereka. Memangnya ada apa ya?” Kang Abdul menjelaskan panjang lebar.
“Lalu ada yang duduk di meja saya tidak?” desakku lagi.
“emmm... saya rasa tidak ada pak, dari tadi saya di sini menyapu terus mengepel lantai dan tidak ada yang sempat duduk-duduk di sini.” Jelas Kang abdul lagi.
Jawaban Kang Abdul semakin membuatku heran. ‘Lalu siapa gerangan yang merapikan berkas-berkasku ini?’ gumamku dalam hati.

“Oh iya, gak apa kalu begitu, terima kasih kang.” Jawabku singkat, dan melanjutkan pekerjaanku memasukkan nilai untuk kelas 3B. Keanehan terjadi lagi. Berkas ulangan kelas 3B pun ternyata sudah rapi, berurut dari nomor 1 hingga nomor absen 42! Keherananku tidak terjawab hingga kutemukan keganjilan lain di minggu ke empat.
Hari sabtu kubergegas pagi hari mengenakan setelan training pak untuk berolahraga massal di sekolah. Walaupun bukan guru oleh raga tapi aku selalu mengikuti program pembiasaan senam di akhir pekan. Sekalian membantu guru olahraga yang kerepotan mengatur siswa dari kelas dua hingga kelas enam. Sementara kelas satu tidak dilibatkan. Sesampainya di sekolah aku kaget karena dompetku tidak ada. Tapi terbersit keyakinan bahwa dompet mungkin di saku celana coklat karena kemarin Jum’at kukenakan pakaian pramuka sehabis melatih Ekskul Pramuka.
Namun sesampainya di rumah kepanikan mulai menyerangku. Dompetku hilang!

Ku cari di saku celana pramuka, tidak ada. Di laci meja kerja juga tiada. Penasaran ku bongkar isi tas kerjaku hingga ku balik tasku. Tetap dompet itu tak kutemukan.

“Bu, apa ibu menyimpan dompet ayah?” tanyaku pad istriku.
“Dompet? Dompet ayah?” istriku malah balik bertanya smabil mengernyitkan dahi.
“Iyalah bu, habisnya dompet siapa lagi?” sergahku dengan nada panik.
“Enggak, Yah! Kok bisa hilang?” Jawaban istriku semakin menambah kepanikkanku. Panik  karena minggu pagi aku harus berangkat ke Bandung untuk keperluan menemui dosen pembimbing skripsiku. hingga keberangkatanku ke Bandung dompet itu masih tidak kutemukan. Beruntung saja selama perjalan ke Bandung hingga pulang kembali ke Cianjur aku selamat tidak terkena operasian polisi walau dengan tanpa membawa surat-sruat berkendara seperti SIM dan STNK karena semuanya raib bersama dompetku itu.

Hari senin sehabis upacara aku menceritakan semua kejadian itu kepad guru-guru sebelum semuanya masuk kelas. Namun keanehan kembali hadir. Saat kubukua tas kerjaku dompet hilang itu sudah berada dalam tasku, tepat di bawah resleting tas kerjaku. Isinya lengkap, tanpa ada yang hilang termasuk uangku utuh!

“Pak Dedi, jangan kaget ya, itu penunggu di sekolah ini yang ingin berkenalan dengan guru baru!” Bu Dedeh guru kelas II menenangkanku sambil tersenyum. 

Aku hanya diam melongo dan tak bereaksi. Masih tidak mengerti.

PUISI: Tarian Jiwa

Tarian Jiwa


Kudengar irama hidup, merasuki jiwa
membuih bersama ombak menghantar liukkan ruh-ruh waktu
menggelar tarian, berjingkrak menggamit bait dan melodi.

Sejiwa dengan napas
sebentuk dengan angin
semerdu liukkan pinta dan do’a jiwaku.

PadaMU pemilik raga
padaMU yang patut kupuja
padaMu Pemilik tarian juwaku.

Aku luruh,
bersimpuh.

FTS: Semangat Ramadan 1434H

Semangat Ramadan 1434H

    Menghadapi bulan suci Ramadan bagi setiap muslim merupakan suatu hal yang mendatangkan kegembiraan tersendiri, begitu pun denganku. Jangankan dalam kondisi badan sedang sehat, dalam keadaan kita sedang sakit pun bagi yang mengetahui keagungan bulan penuh hikmah ini, tentu kita akan menyambut kehadirannya dengan suka cita dan penuh semangat.

         Delapan hari menjelang tibanya hari pertama Ramadan 1434H kali ini kondisiku dalam keadaan sakit. Rasa khawatir yang sempat terbit, terhapus kegembira menghadapi bulan penuh ampunan serta kerinduan suasana beribadah yang kental selama Ramadan teramat mendera.
Hari Selasa ba’da Ashar aku pergi ke dokter terdekat diantar oleh istri. Dengan harapan semoga kondisi tubuh bisa diajak berpuasa.

       “Alhamdulillah pak Kondisi bapak sudah mulai membaik, tapi semua obat ini masih harus diminum.  Waktunya setelah makan sahur dan sehabis berbuka puasa.” Dokter menjelaskan.
         “Insya Allah dokter,” lirihku sumringah.

Hari pertama puasa kondisi badanku semakin membaik. Walau obat masih tersisa untuk dua hari kemudian.

9 Juli 2013

Senin, 03 Juni 2013

FTS: Pengalaman Pertama Adel

MEMASANG TALI SEPATU
(Pengalaman Pertama Adel)
Awal Minggu pagi. sebuah pesan singkat masuk dari rekan kerjaku Pak H. Doddy.
~yah, ayah...hari ini jadi ya main bulu tangkis~

aku membalas pesan singkat itu :
~iya siap, tapiii..
ada undangan dulu ke Bale pak.~

Pak H. Doddy mengirim lagi pesan singkat:
~aahh..ke undangan mah nati saja pulang main, oke. Ditunggu~

Dengan malas aku bergegas menyiapkan perlengkapan. Raket dan sepatu kumasukkan ke dalam tas. Istriku menyiapkan baju dan celana untuk ganti. Aku memasangkan tali sepatu yang sudah beberapa bulan nganggur di raknya.

"Ayah, cini cama Dede," celoteh Adel dengan nana manja
"Oh, ayo Dede belum pernah ya," sambutku girang pada putri semata wayangku.
Putriku bersemangat membantu mengikatkan tali sepatuku dengan girang.  Pagi itu adalah pengalaman pertamanya mengenal tali sepatu.

Aku membimbing dia memasukkan tali sepatu ke lubang-lubang sepatu yang ada.
tiba-tiba ...
"Kakak juga ikutan dong," serobot Devan, anak keduaku.
"Ah jangan," sergah Adel.

Keributan dimulai. Mereka berebut. Tapi aku membimbing mereka sambil mengenalkan mereka cara mengikat tali sepatu yang rapi dan benar.

Adel nampak senang dengan perngalaman pertamanya memasangkan tali sepatu.

Semangatku untuk bermain bultangkis hari terbit setelah dipompa oleh senyum Adelya. []


Minggu, 02 Juni 2013







Puisi: PENGANTAR TIDUR, ADELYA

PENGANTAR TIDUR, ADELYA

Pada malam ini, pada lelah hariku
ada senyummu
 
ada tawamu
ada celotehmu
ada rengekanmu
ada nyanyian nina bobomu
pada gendongan boneka upinmu
ada peluk manjamu
ada cium hangatmu
dan kuantarkan do'a tidurmu
bersama shalawat
bersama usap tanganku di rambutmu
"Selamat tidur malaikat mungilku, Adelya"

21 Mei 2013