BEDAH BUKU SENYUM NOLINA

BEDAH BUKU SENYUM NOLINA
NOVELET "PETUALANGAN KUBIL DAN KAWAN-KAWAN" karya Dedi Saeful Anwar ini sudah bisa dipesan. Harga Rp91.000 (belum ongkir).

Selasa, 27 April 2021

 


MENEROKA HARAPAN

: Sebuah Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

 

Oleh:

Dedi Saeful Anwar

(SD Islam Kreatif Muhammadiyah-Cianjur)

 

 

Selama ini pendidikan formal telah menjadi sebuah harapan untuk menjadi jembatan meraih impian dan masa depan. Masa depan yang gemilang dan penuh harapan cerah. Meski pada kenyataannya tidak setiap diri yang selesai dan menuntaskan pendidikan formal lantas segalanya sesuai harapan. Tak sedikit pula yang tanpa pendidikan formal mengenyam pula kesuksesan.

Lantas apa yang penyebabnya? Pertanyaan besar ini tentu memerlukan jawaban yang bijak. Tidak dapat dilihat dari satu sudut pandang. Jika dilihat pada perkembangan saat ini, semua lapisan masyarakat sudah memandang bahwa pendidikan itu sangat penting. Cara pandang atau mindsets masyarakat bahkan kini sudah lebih konkret.

Jika melihat ke masa dahulu, sekolah negeri selalu menjadi incaran para orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya, tetapi kini tidak demikian. Bermunculannya sekolah swasta yang menawarkan layanan pendidikan lebih baik semakin banyak dilirik. Hal ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, tetapi justru untuk menjadi ajang sebuah pembuktian bahwa pendidikan formal memang mampu menjadi harapan dan cita-cita meraih masa depan.

 

KENYATAAN SEBAGAI KODRAT DIRI, ZAMAN DAN ALAM

 

Jika melihat sehari-hari pembelajaran di kelas selama ini, peserta didik selalu antusias untuk mendapat haknya dalam mendapatkan ilmu. Dengan dukungan lingkungan sekitar, baik orangtua maupun masyarakat, juga pemerintah  ---yang menyediakan fasilitas negara demi mencerdaskan bangsa, maka telah terbentuk kesadaran masal bahwa pendidikan itu sangatlah penting dan berguna.

Lingkungan sekolah yang terbentuk dari warga yang ada di sekitarnya (murid, guru, pimpinan, lembaga, orangtua, masyarakat, dan pihak-pihak terkait) membentuk sebuah atmosfir yang saling berkaitan. Pemerintah yang menyediakan kurikulum sebagai rel untuk lajunya gerbong pendidikan diharapkan menjadi kendaraan untuk meraih tujuan yang sama, yaitu cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Tetapi ada kegelihan dalam hati. Negeri ini adalah negeri yang besar dan luas. Negeri yang memiliki perjalanan panjang dalam meraih kebebasan (baca: merdeka). Tentunya kenyang dengan segala bentuk pemaksaan dan penindasan. Sudah saatnya bangsa ini dapat mengekspresikan segala bentuk kemerdekaannya. Pertanyaannya, sudahkah bangsa ini bebas dan merdeka secara seutuhnya? Tentunya jawaban ini perlu perenungan mendalam dan kejujuran hati nurani.

Begitu pula dengan dunia pendidikan. Khususnya dalam Pembelajaran di kelas dan sekolah-sekolah pada umumnya. Selama ini kemerdekaan belajar itu belumlah terwujud sepenuhnya dengan nyata. Selama ini---tentu saja dengan kurikulum yang disesuaikan, pelayanan kepada para murid/pesdik dilakukan sama. Baik cara penyampaian materi pelajaran, Konsep belajar, metode, penugasan dan pengevaluasian. Hal ini jelas bertentangan dengan kodrat, sifat, atau karakter diri setiap anak.

Seringkali sejumlah anak dalam satu kelas diberikan formula yang sama padahal jelas dan nyata mereka semua berbeda. Inilah bentuk ketidakmerdekaan yang selama ini terjadi di kelas dan lingkungan sekolah. Bahkan sebuah kesalahan anak bisa jadi dosa dan mendatangkan hukuman bagi pelakunya. Mungkin saja si pembuat pelanggaran sedang melakukan pembelaan haknya.

Zaman dan keadaan pun membuat segalanya bisa berubah. Kemajuan dan modernisasi mau tidak mau tentu akan menggese zaman. Sistem Pembelajaran pun disesuaikan dengan zamannya. Dahulu kapur tulis dan pan tulis hiram/blackboard selalu ada, kini sebagai bersar beralih pada spidol dan papan tulis putih/whiteboard. Dulu ujian tulis berbasis kertas dan pensil, sekarang berbasis komputer. Hal ini tentunya memerlukan sikap dan penyesuaian yang bijaksana oleh setiap pelaku yang terlibat.

            Selain Itu kodrat alam Negeri Khatulistiwa yang subur makmur ini menjadikan rakyatnya terlena. Segalanya mudah didapat tanpa banyak mengolah, hingga penjajah menjarah sekaligus  menistakan. Setiap musing hasil bumi melimpah tanpa banyak sudah payah, kapan pun dapat dinikmati. Darat dan lainnya begitu banyak menyimpan kekayaan.

Hal ini berbeda jauh dengan negeri yang berganti 4 musim. Mereka harus berjuang agar kehidupan bertahan dalam pergantian musim. Muncullah karakter Kreatif dan disiplin. Kodrat alam membentuk penghuninya. Sementara bangsa kita yang hanya dua musim, membentuk karakter santai cenderung tidak kreatif. Kodrat alam subur makmur ini membentuk jiwa santai dan kurang kreatif karena dimanjakan oleh kekayaan alam melimpah.

 

 

PEMIKIRAN DAN PERILAKU BARU

 

Berdasarkan kodrat alam dan zaman tentu bukan suatu penyesalan yang diusung. Bahkan sebaliknya, hal ini harus menjadikan sebuah titik balik bahkan senjata untuk berpikir dan bertindak/berperilaku yang baru dan mau berubah. Sikap diam dan selalu berada di titik zona aman, akan tergerus olah yang berpikiran selalu baru dan mau berubah. Berubah ke arah lebih baik dan memiliki kompetensi unggul. Kita tinggal memilh mana yang akan membawa ke arah gemilang dan lebih cerah.

Seiring dengan Konsep Filosofis Pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) yang mengusung TRI-KON (3Kon). Konvergen, Konsentris, dan Kontinyu. Kovergen, terbuka pengetahuan meski hal itu berasal dari luar namun bermanfaat dan berguna jika diterapkan.  Konsentris artinya tetap beregang kuat pada akar budaya kita, terlebih dengan menyadari sebagai bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Sementara itu Kontinyu, menggabungkan konvergen dan kensentris secara terus menerus/kontinyu. Jangan pernah bosan atau bahkan berhenti.

Selanjutnya, Trilogy Pemikiran KHD. Pertama, Ing ngarso sung tulodho, yang memiliki pengertian bahwa pendidik/guru/pamong adalah sebagai contoh bagi anak-anak, dapat menjadi teladan/role model.  Kedua, Ing madyo mangun karso memiliki pengertian guru sebagai penggerak di tengah-tengah atau bersama dalam meraih tujuan belajar. Ketiga,

Tut wuri jandayani, guru memberi dukungan/dorongan secara penuh keikhlasan dan keteguhan hati.

Lalu, sikap menyadari kodrat anak, kodrat alam hingga kodrat zaman. Hal ini akan semakin membuka hati dan pikiran sehingga jiwa-jiwa merdeka akan semakin dapat mengepakkan sayap dalam melintas udara kebebasan. Bebas dalam menentukan dan menemukan jati diri. Selain Itu dengan mengimplentasikan TRI-KON dan trilogy KHD maka pemikiran dan hal baru akan semakin terbuka lebar dan hadir dalam jiwa setiap pendidik

 

CITA-CITA DAN HARAPAN ATAS PEMIKIRAN KHD

 

Setelah mengetahui dan memahami Konsep dan Pemikiran KHD tentunya hal ini menjadi butiran embun yang hadir dalam diri. Menjadi cahaya yang akan menyinari ruang kegelapan dalam benak selama ini. Sebab, selama ini diri merasa anteng dan benar, bahwa sudah melakukan yang terbaik saat di depan kelas. Selama ini merasa sudah melayani anak/murid/peserta didik sesuai tuntutan kurikulum tanpa melihat segala kodrat yang ada.

Pembelajaran di kelas yang biasanya berpusat kepada guru, harus segera berputar arah. Hal ini berarti pembelajaran berpusat kepada anak. Lalu, sadari pula bahwa setiap diri adalah unik maka harus mau mengubah pola pikir.

Lalu, Konsep Tri-kon dan trilogy KHD harus benar-benar menjadi nyawa setiap sekolah dan kelas-kelas sehingga merdeka belajar akan mewujudkan cita-cita bangsa dengan melahirkan manusia berbudi pekerti dan berjiwa Pancasila.

 

Cianjur, 27 April 2021



Sumber foto:

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.kalderanews.com%2F2020%2F04%2Fbegini-7-fakta-ki-hajar-dewantara-ternyata-pernah-jadi-santri-dan-menteri%2F&psig=AOvVaw2ctMACiUyw2V4cyA5YCZug&ust=1619629614110000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCKjs59j0nvACFQAAAAAdAAAAABAK

Jumat, 05 Juni 2020

ALAM YANG SELALU MEMBERI

ALAM YANG SELALU MEMBERI

Ia tak berujar bosan meski terus dibongkar
Tak pula benci meski terus disakiti
Tak pernah mengaduh meski tubuh penuh luka
Tulus memberi meski selalu dikuliti
Ia tengadah melalui puncak-puncak gunung yang julang, agar Tuhan tak murka pada mereka
Jerit tangisnya hanya dapat ia tumpahkan pada riuh angin atau gemuruh samudra
Ia hanya selalu menitip pesan pada bulat bulan penuh yang teduh
Bahwa mereka akan menuai atas apa yang ditanam

5 Juni 2020

#SelamatHariLingkunganHidupSedunia

Minggu, 15 September 2019

GEBYAR AGUSTUS 2019 DAN DZULHIJJAH 1440H



Tahun Ajaran 2019/2020 baru saja berjalan sebulan. Setiap sekolah tentu sudah membuat berbagai program untuk mengisinya. Demi keberhasilan tujuan pendidikan, tentu saja masing-masing sekolah telah mempersiapkan diri dengan merancang program-program tersebut semaksimal mungkin.
Seperti yang dilakukan oleh SD Islam Kreatif Muhammadiyah, Cianjur, baru-baru ini. Tepatnya pada Rabu-Sabtu, 14-17 Agustus 2019 dengan mengadakan berbagai kegiatan untuk mengisi dua momen penting yang berdekatan, yaitu Hari Besar Idul Adha dan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia. Dua momen penting ini disambut antusias oleh sekolah yang terletak di Jl. KH. Abd. Bin Nuh No. 64 dengan mengadakan 4 kegiatan berturut-turut selama empat hari. 

PEMOTONGAN HEWAN QURBAN

Kegiatan pertama adalah Pemotongan Hewan Qurban yang dilaksanakan Rabu, 14 Agustus 2019. “Tahun ini sekolah kami dapat membeli seekor sapi hasil dari infak qurban yang terkumpul selama satu tahun dari para siswa. Sedangkan penyebaran daging qurbannya kami berikan kepada para siswa itu sendiri dengan membagikan daging yang telah dimasak. Kemudian kepada para guru di lingkungan perguruan Islam Kreatif yang terdiri dari , TK, SD, SMP, dan SMA. Kegiatan ini baru kembali dapat dilaksanakan setelah setahun yang lalu sempat terhenti karena beberapa kendala,” tutur Kepala Sekolah, Ibu Ema Maryani.

LIFESKILL KECIL

Kegiatan di hari kedua, pada Kamis, 15 Agustus 2019 sekolah mengadakan kegiatan “Lifeskil Kecil di Lingkungan Sekolah”. Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Bidang Kesiswaan yang merupakan salah satu program unggulan serta telah  dilaksanakan di setiap tahunnya.
“Dalam kegiatan lifeskil kali ini diikuti oleh sekitar 400 peserta didik, dilaksanakan serentak untuk setiap tingkatan dengan tema yang berbeda di setiap tingkatannya,” demikian penjelasan Ketua Koordinator Bidang Kesiswaan,” Nenden Jamilatuh Hasanah, S.Pd.I.
Adapun tema dan bentuk kegiatan masing masing tingkatan adalah sebai berikut:
1.      Kelas I mengambil Tema Diri Sendiri, dengan bentuk kegiatan menanam pohon. Sementara itu media dan peralatan yang digunakan adalah tanaman daun pucuk merah, sekam, tanah, dan pot plastik. Tema ini bertujuan untuk memupuk cinta alam dan lingkungan sejak dini yang diikuti oleh 65 peserta didik dari kelas A dan B.
2.      Kelas II mengambil tema ‘Kerukunan” dengan bentuk kegiatan “Melukis Hihid (Kipas Bambu)”. Media yang digunakan Hihid, cat akrilik, dan kuas. Kegiatan ini diikuti oleh 65 siswa kelas A dan B.


3.      Kelas III mengambil tema entreupreneurship dengan kegiatan membuat sabun cair (liquid detergent) untuk mencuci piring. Untuk pemateri di kelas III ini disampaikan oleh Bapak Agustian Yunandar, S.Pd.I dan diikuti oleh 65 peserta didik.

4.      Kelas IV yang berjumlah 120 peserta didik mengikuti kegiatan pembuatan susu yoghurt. Untuk kelas IV ini bekerja sama dengan rumah Industri HAUS Milk yang memproduksi berbagai produk turunan dari susu sapi di antaranya yoghurt, keju mozzarella, permen susu, dan kerupuk susu. Pemilik perusahaan, Kang Usman yang biasa dipanggil Kang Uus yang memberikan langsung materi cara pembuatan yoghurt bertempat di Aula KH. Ahmad Dahlan, lantai III.

5.      Kemudian tema kegiatan untuk kelas V sama dengan kelas 3 dan 4 yaitu entreupreneurship dengan bentuk kegiatan membuat telur asin. Untuk kegiatan kali ini bekerja sama dengan rumah industri Ibu HJ. Hafidzoh ynag sudah memasok telur asin ke berbagai kota di Jawa Barat. Sementara itu pematerinya dalah Kang Iyan yang merupakan salah satu putra dari pemilik perusahaan yang terletak di Gg. Apel Cianjur.

6.      Sementara itu untuk kelas VI “Membuat Tanaman Hydroponik” yang bekerja sama dengan salah satu sekolah Pertanian di Kabupaten Cianjur.

            Semua siswa mengikuti kegiatan serentak pada hari yang sama berlangsung sejak pukul 8.00 hingga pukul 11.00 WIB.  Bertempat di beberapa spot di sekitar sekolah. Yaitu, di lapangan sebelah utara, selatan dan barat untuk kelas 1, 3, 5 dan 6. Teras kelas sebelah selatan untuk kelas 2 dan ruang Aula digunakan oleh kalas 4.
            Semoga kegiatan lifeskil kali ini dapat menjadi salah satu penunjang keberhasilan kegiatan belajar mengajar pada tahun pelajaran kali ini, demikian pungkas ketua kegiatan, Dedi Saeful Anwar S.Pd.

PERLOMBAAN AGUSTUSAN
Hari ketiga Gebyar Agustus ini adalah malaksanakan berbagai perlombaan. Di antaranya, Lomba Menghias Area di depan kelas, Lomba Paduan Suara, dan Lomba Mojang-Jajaka Alit. Berbagai lomba ini disambut antusias oleh semua fihak yang telibat. Baik siswa itu sendiri, para guru, juga komite sekolah. “Kami mencoba mengadakan lomba yang tidak biasanya, seperti perlombaan Agustusan yang sering diadakan di berbagai tempat, agar tidak bosan,” demikian tutur Bapak Agustian Yunandar, S.Pd. salah satu anggota Bidang Sesiswaan.



Berbagai lomba tersebut dilaksanakan serentak mulai pukul delapan pagi hingga pukul sebelas. Kemudian setelah itu semua siswa laki-laki melaksanakan shalat Jumat di masjid Al Muhajiruun, di komplek Perguruan islam Kreatif. Sementara semua siswa putri melaksanakan shlat Zuhur berjamaah dilanjutkan dengan kegiatan keputrian di aula KH. Ahmad Dahlan.

UPACARA PERINGATAH HARI KEMERDEKAAN
Sebagai penutup seluruh rangkaian Gebyar Agustus ini adalah Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-74 RI di Komplek Perguruan Islam Kreatif. Para petugas upacara kali ini melibatkan semua guru, sedangkan peserta upacara adalah peserta didik kelas 4-6, dan perwakilan dari Komite Sekolah. Sementara itu yang bertugas menjadi Pembina Upacara adalah Ketua Majelis Dikdasmen – PDM Cianjur, Bapak Fakhruraji, SH., M.Kn.





Cianjur, 18 Agustus 2019


           

Jumat, 13 September 2019

CATATAN DARI PENGUKUHAN PRAMUKA GARUDA TINGKAT KWARTIR CABANG CIANJUR TAHUN 2019



Setelah melewati masa pengujian/validasi yang cukup panjang dan melelahkan, sejak Maret hingga Agustus 2019, para Calon Pramuka Garuda (CPG) akhirnya bisa bernapas lega. Sebab pada Sabtu, 10 Agustus 2019 lalu, akhirnya hari pengukuhan pun tiba. Betapa tidak, enam bulan yang dilewati tentu bukan masa yang sebentar bagi mereka. Masa tersebut bisa dikatakan sebuah proses yang cukup menguras energi. Baik tenaga, pikiran, waktu serta biaya.
Proses pengujian CPG ini berlangsung di sela-sela kegiatan belajar-mengajar, kemudian Penilaian Akhir Semester (PAS) Genap 2019/2020, Bulan Puasa Ramadan, libur Hari Raya Idul fitri 1430 H, dan Libur Akhir Tahun Pelajaran. Seluruh anak didik pramuka (andika) CPG dan penguji CPG berkutat di antara segala kegiatan keseharian masing-masing.
Tahun 2019 ini Kwarcab Cianjur berhasil mengukuhkan Pramuka garuda sebanyak 275 anggota pramukanya. Mereka terdiri dari 58 orang Golongan Siaga, 157 orang Golongan Penggalang, dan 60 orang dari Golongan Penegak. Sementara itu dari golongan Pandega tidak ada perwakilannya. Para peserta CPG ini merupakan utusan dari 42 pangkalan di wilayah Kwarcab Cianjur. Masing-masing terdiri dari 6 Sekolah Dasar, 19 dari SMP/MTs, dan 17 SMA/SMK/MA. Keempat puluh dua pangkalan ini berasal dari 9 Kwartir Ranting dari 32 Kwartir Ranting yang ada di Kabupaten Cianjur.
Sebelum pelaksanaan Upacara Pengukuhan, sehari sebelumnya semua peserta Golongan Penggalang dan Penegak  terlebih dahulu pengikuti kegiatan Perkemahan Pengkuhan Pramuka Garuda. Perkemahan ini merupakan salah satu syarat dalam rangkaian validasi CPG. Kegiatan perkemahan dilaksanakan selama dua hari, sejak Jumat, 9 Agustus hingga Sabtu, 10 Agustus 2019 bertempat di area perkemahan, di belakang Sekretariat Kwarcab Cianjur. 


Selain dihadiri oleh Ketua Kwarcab Cianjur, Kak Budhi Rahayu Toyib, S.Sos., MM., MT. Pengukuhan Pramuka Garuda ini pun dihadiri oleh beberapa tamu undangan. Di antaranya, para pengurus Kwartir Cabang, para Ketua Kwarran dan Tim penguji dari masing-masing Kwarran, Para Mabigus dari pangkalan yang mengutus para Calon Pramuka Garuda. Tidak ketinggalan pula beberapa orang tua yang turut serta menghadiri dan menyaksikan putra-putrinya dikukuhkan.
Pengukuhan ini bertempat di Gedung/Aula Bale Kitri Kwartir Cabang Cianjur. Ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena baru kali ini kegiatan pengukuhan ini dilaksanakan secara serentak dan peserta mendapat kesempatan untuk mendapat pengalungan langsung tanda pramuka garuda oleh Ketua Kwartir Cabang.
Upacara Pengukuhan dimulai pukul 13.00 yang berlangsung khidmat dan tertib. Diawali oleh pengucapan Kode Kehormatan Gerakan Pramuka (Tri Satya dan Dasa Darma serta Dwi Satya dan Dwi Darma) oleh 6 perwakilan masing-masing golongan. Masing-masing golongan diwakili oleh 2 orang CPG putra dan putri.
Selanjutnya seluruh peserta pengukuhan dipanggil secara berurutan oleh petugas. Dalam Upacara ini ada hal yang cukup mengharukan, yaitu pada saat masing-masing peserta melakukan penghormatan terlebih dahulu kepada bendera merah-putih--- yang diiringi oleh musik yang cukup membuat suasana semakin khidmat, sebelum naik ke podium untuk selanjutnya mendapat pengalungan tanda Pramuka Garuda dari Ketua Kwarcab, kemudian mereka kembali berbaris tertib di tempat semula. 







Setelah semua peserta mendapat pengalungan, Ketua Kwarcab memberikan sambutan dan motivasi. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada para Ketua Mabigus dan Pembina di setiap pangkalan yang telah mengutus para siswanya. Menurut beliau hal ini menandakan bahwa pendidikan pramuka telah berjalan baik di sekolah atau pangkalan tersebut. Seiring dengan berjalannya pendidikan pramuka di masing-masing pangkalan tentu hal ini sangat sejalan dengan program Kwartir Cabang Cianjur yang sedang berusaha untuk mempertahankan prestasi sebagai Kabupaten Pramuka Tergiat yang dibarengi dengan kwalitasnya dan tidak hanya kwantitas saja.
Hal terberat bagi para Pembina, Mabigus, Kwartir Ranting dan kwartir Cabang adalah menjadikan para andika sebagai anggota pramuka paripurna. Pramuka Paripurna adalah pramuka yang dapat melaksanakan dan mengamalkan darma yang tercantum dalam Dasa Darma. Selain itu mereka juga diharapkan mampu menjaga sikap dan perilaku sopan santun juga menjalankan ajaran agamanya. Sehingga dapat menjadi contoh dan suri teladan bagi anak-anak juga remaja lainnya baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat luas.
Selain itu, beliau juga tidak lupa mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh orangtua dan wali peserta pengukuhan yang telah memberikan izin kepada putra-putrinya. Tanpa izin dan doa para orangtua tentu saja peserta didik tidak mungkin akan mencapai tingkatan Pramuka Garuda ini yang merupakan Pramuka tertinggi pada masing-masing golongan.  Dikatakannya pula, sebagaimana diketahui bahwa era perkembangan zaman ini sangat rentan dengan perilaku yang sangat mengkhawatirkan yaitu perilaku LGBT. Dengan demikian diharapkan para Pramuka Garuda ini dapat menghindari dan menjauhi hal-hal negatif tersebut.
Dalam amanatnya yang terakhir, beliau mengingatkan kepada para Pramuka Garuda agar tidak bersikap sombong atas pencapaian hal ini. Tetap sabar dan tawadhu, rajin salat dan mengaji, selalu bersodaqoh, membantu orangtua serta hormat kepada para guru. Selain itu juga senantiasa introspeksi diri bahwa semua pencapaian ini merupakan bentuk kasih sayang dan rizki pemberian dari Allah SWT. Karenanya sudah sepatutntya selalu bersyukur kepada-Nya.
Setelah penyampaian sambutan dan amanat Ketua Kwartir cabang, kegiatan Pengukuhan ini dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Satya Darma Pramuka, pembacaan doa, serta sesi foto bersama.
Semoga Kabupaten Cianjur dapat mempertahankan prestasi dan kembali menjadi Kabupaten Pramuka Tergiat di Jawa Barat. Selamat untuk para Pramuka Garuda 2019!

Cianjur, 10 Agustus 2019


[PUISI] MENAKAR KECANTIKAN EUPHORBIA DI ATAS KEPULAN ASAP KOPI




MENAKAR KECANTIKAN EUPHORBIA
DI ATAS KEPULAN ASAP KOPI


Di selasar hijaumu muncul
kelopak-kelopak indah tersembul
bergumul
sementara kekuncup menanti giliran mekar
menakar hangat mentari berpendar
bermandi elok pagi
ada kepul asap dari kopi
dalam cangkir cinta

saatku meringis,
mengais urat saraf yang miris
kutakar cantik euphorbia
dalam tiap tegukan
di atas kepul asap kopi.

06:29
7Des2013