BEDAH BUKU SENYUM NOLINA

BEDAH BUKU SENYUM NOLINA
KUMPULAN CERPEN "SENYUM NOLINA" karya Dedi Saeful Anwar ini sudah bisa dipesan. Harga Rp38.000 (belum ongkir). [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre 0812 5982 1511, atau via email forumaktifmenulis@yahoo.com, dan kunjungi web kami di www.famindonesia.com]

Senin, 06 Januari 2014

JEJAK AWAL 2014




JEJAK AWAL 2014
Baru saja beberapa hari lalu saya mem-post-kan tulisan tentang sebuah kekaguman pada seorang penulis terkenal negeri ini yang kusaksikan di layar kaca. Salah satu penulis yang kukagumi mengatkan, "Karena karya akan menemukan nasibnya sendiri". Ya, itu adalah ucapan dari seorang Andrea Hirata.
Di awal 2014 ini saya mendapat kejutan yang luar biasa membuatku terkejut sekaligus senang dan haru. Mengapa demikian? Tanggal 5 Januari kemarin, saya mendapat kabar bahwa tulisan saya masuk Juara ke -2 dalam Pedas Final Competition (PFC) IV yang digelar oleh salah satu grup kepenulisan nasional, PEDAS (Penulis dan Sastra).
Aku terkejut karena dari semula mengikuti ajang itu memang tiada target sama sekali. Aku hanya memanfaatkan kesempatan yang ada karena mendapatkan salah satu tiket. Aku pernah memenangkan salah satu edisi yang diadakan setiap minggunya. Dan aku terharu karena tulisanku itu bercerita tentang kerindukanku pada Ibu yang baru saja pergi menghadapNya bulan Oktober 2013 lalu.
Tentu saja karya ini menjadi kado indah di awal tahun baru ini dan menjadi “Jejak Awal” untuk melangkah ke arah yang lebih baik dan sukses. Juga kupersembahkan bagi Ibunda tercinta, semoga beliau tersenyum di pangkuanNya. I love you Mommy.
Berikut ini saya lampirkan pengumuman kabar gembira tersebut.
            =========================================================

PENGUMUMAN PEMENANG PEDAS FINAL COMPETITION (PFC) IV - 5 JANUARI 2014

KATEGORI ALBUM CILUKBA

JUARA I: VENUS CIA (DYAH IKA SARI) - PINTU DI UJUNG NISAN
Dalam kisah "Pintu di Ujung Nisan", Venus menyuguhkan kisah mengharukan tentang seorang pemuda (kenalannya), yang mengunjungi makam ibundanya. Si pemuda menceritakan kerinduan dan kegundahannya di depan pusara. Kisah ini disajikan dengan POV (point of view) atau sudut pandang orang kedua tunggal yang jarang dipergunakan penulis pada umumnya, namun ternyata bisa dilakukan dengan sangat baik oleh Venus. Meskipun masih terdapat beberapa kekeliruan dalam EYD dan tata penulisan dialog, kelebihan lain tulisan ini adalah gaya bahasanya yang liris, dengan kalimat-kalimat yang terjalin rapi dan tidak bertele-tele (mubazir kata), yang mampu membuat pembaca terharu dan terhanyut membayangkan lelaku si pemuda yang berbicara sendiri sambil sesekali berkelakar di depan makam ibunya, mengeja kenangan manis mereka.

Di atas semua itu, yang menjadi keunggulan karya Venus ini adalah waktu terjadinya kisah yang sangat taat pada "pakem" FTS (flash true story) alias kisah nyata singkat. Waktu penceritaan dalam tulisan ini adalah yang paling singkat dibanding karya-karya Album Cilukba PFC IV lainnya. Benar-benar "flash". Jadi, bagi yang belum "ngeh" dan masih keliru, yang dimaksud "flash" dalam FTS maupun FF, bukan berarti jumlah kata yang singkat (dalam hal ini kurang dari 500 kata, seperti ketentuan), namun lebih pada waktu penceritaannya yang singkat, hanya di satu waktu, tidak berhari-hari atau bahkan bertahun-tahun. Inilah yang membuat kami sepakat memilih karya Venus ini sebagai juara pertama Kategori Album Cilukba.

JUARA II: DEDI SAEFUL ANWAR – PULANG

Tak kalah liris dengan Venus, Dedi pun mengisahkan kenangannya akan ibunda tercinta yang sudah berpulang ke pangkuan-Nya, dengan gaya flash back. Dalamnya perasaan dan kerinduan Dedi akan almarhumah ibundanya tergambar jelas dalam setiap kata yang ditulisnya, sehingga mampu membawa pembaca ke dalam suasana haru dan ikut berempati akan kasihnya yang begitu dalam terhadap sang bunda. Kejujuran tuturan Dedi ini sangatlah nyata, karena ini bukan kali pertama ia mengabadikan kisah sejati pengalamannya bersama sang ibu. Salah satu edisi Cilukba yang pernah dimenangkan Dedi juga bercerita tentang wanita yang sangat dicintainya itu. Dan, seperti juga cerita Venus, ia mengakhiri kembara kenangannya dengan suatu laku di depan pusara.

JUARA III: ANDARI NU'HERSOE (NURUL FITRIANDARI) - TENTANG MAMAK, PEMILIK PINTU MAAF

Kisah Andari tentang seorang pemuda yang pulang dan berharap bisa mengetuk pintu maaf ibundanya, berdiri canggung di seberang jalan dan akhirnya dengan ragu mengetuk pintu rumah sang bunda, juga dituliskan dengan sangat baik. Di sini Andari menerjemahkan dua makna ganda dari gambar "pintu", yaitu "pintu rumah" dan "pintu maaf". Gaya penulisannya pun cukup rapi dan menarik. 
Ketiga pemenang kami pandang paling baik dalam menginterpretasikan tema sekaligus menyajikannya dalam bentuk tulisan yang sangat menyenangkan untuk dibaca. Sedangkan karya-karya lainnya, masih terdapat beberapa kekurangan, entah dalam keefektifan kata dan kalimat, tata penulisan sesuai EYD, rentang waktu yang terlalu lama (tidak "flash"), isi cerita yang datar, kurang sesuai dengan tema, ataupun terlalu jauh menafsirkan tema.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Selamat kepada para pemenang!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar